Awas, Zat Berbahaya di Rumah

Tanpa disadari ternyata di rumah yang kita huni banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya. Bahan kimia tersebut mungkin cukup aman bila digunakan sesuai petunjuk. Berikut adalah daftar dari beberapa bahan rumah tangga yang paling berbahaya :

Gas AC
– Udara penyegar mungkin berisi salah satu dari sejumlah bahan kimia berbahaya. Kandungan Formaldehida dapat menyebabkan iritasi paru-paru dan selaput lendir dan dapat menyebabkan kanker. Beberapa penyegar udara mengandung p-dichlorobenzene, yang merupakan iritasi beracun. Beberapa produk menggunakan produk yang mudah terbakar dan dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf jika dihirup.

Amonia – Amonia adalah senyawa yang mudah menguap yang dapat mengganggu sistem pernapasan dan selaput lendir jika dihirup, dapat menyebabkan luka bakar jika terkena kulit, dan akan bereaksi dengan produk diklorinasi (misalnya pemutih) untuk menghasilkan gas chloramine yang mematikan.

Bahan antibeku – Bahan antibeku seperti ethylene glycol, bahan kimia yang beracun jika tertelan. Jika terhirup dapat menyebabkan pusing, kerusakan otak serius, jantung, ginjal, dan kerusakan organ internal lainnya. Ethylene glycol memiliki rasa manis, sehingga menarik bagi anak-anak dan hewan peliharaan. Bau yang harum dapat memikat hewan peliharaan.

Bahan pemutih – Bahan pemutih mengandung natrium hipoklorit, bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi dan kerusakan pada kulit dan sistem pernapasan jika terhirup atau terkena kulit. Jangan pernah mencampur pemutih dengan amonia atau dengan pembersih toilet atau pembersih saluran air, karena sangat berbahaya dan dang menghasilkan asap yang mematikan.
Pembersih saluran air – Pembersih saluran air merupakan larutan alkali (natrium hidroksida) atau asam sulfat. Larutan ini mampu menyebabkan luka bakar yang sangat serius jika memercik di kulit. Jika terkena mata dapat menyebabkan kebutaan.

Deterjen – deterjen mengandung berbagai bahan kimia. Jika tertelan larutan kimia ini dapat menyebabkan mual, muntah, sawan dan bahkan dapat koma. Sebagian orang mengalami kepekaan kimia untuk pewarna dan parfum yang terdapat di beberapa deterjen.

Kamper – kapur barus mengandung p-dichlorobenzene atau naftalena. Kedua bahan kimia beracun dan dapat menyebabkan pusing, sakit kepala, dan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernafasan. Kontak yang berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan hati dan pembentukan katarak.

Oli motor – Cairan oli yang merupakan senyawa hidrokarbon dapat menyebabkan kanker. Banyak orang tidak menyadari bahwa oli motor mengandung logam berat, yang dapat merusak sistem syaraf dan sistem organ lainnya.

Pembersih oven – Bahaya dari oven cleaner tergantung pada komposisinya. Beberapa oven pembersih mengandung natrium hidroksida atau kalium hidroksida, yang sangat korosif basa kuat. Bahan kimia ini dapat mematikan jika tertelan. Selain itu juga dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit atau di paru-paru jika dihirup.

racun tikus – racun tikus (rodentisida) produk sekarang memang kurang mematikan dibanding produk dahulu, namun tetap beracun bagi manusia dan hewan peliharaan. Kebanyakan rodentisida mengandung warfarin, sebuah kimia yang menyebabkan perdarahan jika ditelan.

cairan wiper – Wiper fluida beracun jika Anda minum itu, bahan kimia ini diserap melalui kulit, sehingga beracun untuk disentuh. Menelan ethylene glycol dapat menyebabkan otak, jantung, dan kerusakan ginjal, dan mungkin kematian. Inhalasi dapat menyebabkan pusing. Methanol dalam cairan wiper dapat diserap melalui kulit, dihirup, atau tertelan. Metanol merusak otak, hati, dan ginjal dan dapat menyebabkan kebutaan. Isopropil alkohol yang bertindak sebagai depresan sistem saraf pusat, menyebabkan mengantuk, ketidaksadaran, dan berpotensi kematian.

Chemistry of Marriage

Oleh : Atiek Winarti

Tulisan ini diambil dari catatan Bu Atiek di situs jejaring beliau

Tidak gampang memutuskan untuk menikah. Nggak percaya? Coba aja.. …..!!

Aku pernah merasakannya beberapa tahun yang lalu.
Memiliki seseorang yang kita cintai dan mencintai kita tidak menjamin akan dengan begitu mudahnya kita menganggukkan kepala untuk yang namanya pernikahan.
Meskipun seseorang yg kita cintai dengan sangat sudah tak sabar menunggu di ujung sana..keraguan tak pelak akan selalu datang. Pertanyaannya adalah …Apa dia betul-betul jodoh yang disedikan Tuhan untuk kita?

Tidak mudah ternyata menyatukan dua pribadi yang berbeda. Nggak percaya? Coba aja…..!!

Meski bahagia karena akhirnya dia menjadi milik kita ternyata masa-masa awal perkawinan tidak semanis yang dibayangkan .
Silang pendapat biasanya justru sering terjadi di masa-masa ini, kenapa? karena pada masa itu kita seperti baru betul-betul mengenal pasangan kita.
Begitu banyak perbedaan terungkap. Cinta saja ternyata ternyata tidak cukup untuk mengatasi perbedaan itu, diperlukan lebih dari sekedar cinta untuk melampauinya…..

Di masa awal-awal perkawinan biasanya orang akan tersadarkan, bahwa apa yang dulu dirasakan pada masa perkenalan (atau lazim disebut ‘pacaran) sebagai pengorbanan, sehingga seolah-olah apa saja bersedia kita lakukan termasuk ‘aku menjadi kamu’ atau ‘aku akan mengerti kamu’, tidaklah seindah sebelumnya .

Menariknya lagi, pada masa itu org baru sadar bahwa untuk mengubah ‘aku’ menjadi ‘kita’ tidaklah semudah memahami penggunaannya dalam bahasa Indonesia.
Sulit? Takut? Tak ada yg perlu ditakutkan karena meskipun sulit semua tak sesult yg dibayangkan.

Alam ternyata telah memberikan contoh yang sempurna ….

Air, yang menyejukkan, mensucikan, dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia di dunia sesungguhnya berasal dari atom Oksigen dan Hidrogen yang tadinya sangat mudah terbakar dan berbentuk gas.
Setelah bersenyawa terbentuklah air yang sama sekali punya sifat berbeda dengan sifatnya semula. Disinilah inti perubahan dari aku menjadi ‘kita’ .Dalam ‘kita’ tak bisa lagi dibedakan mana ‘aku’ dan mana ‘kamu’.
Seperti sifat air, tak ada lagi sifat Oksigen maupun Hidrogen yang nampak disana, semuanya lebur menjadi sifat yang baru, ‘AIR’. Hebat…

Jadi esensinya adalah perkawinan hendaknya membentuk setiap pasangan menjadi pribadi baru yang solid, tangguh, dan menjadi rahmat bagi orang di sekelilingnya, bukan sebaliknya.

Banyak orang terutama yang berjenis kelamin laki-laki takut menghadapi perkawinan karena perkawinan berarti menghalangi kebebasan.

Sesungguhnya perkawinan justru membuat kita belajar menghargai kebebasan, belajar menghargai milik sendiri, belajar ikhlas dan jujur pada diri sendiri,

Perkawinan membuat kita belajar menghargai kebebasan?? kok bisa?
tentu saja bisa karena hanya manusia merdekalah yang bisa merasakan arti cinta dan kebahagiaan. Ketika kita membelenggu pasangan kita dalam penjara dengan mengatasnamakan ‘cinta’ pada saat itu dia sudah menjadi manusia tanpa hati (seperti kasus Manohara).
Kebahagiaan macam apa yang bisa kita dapatkan dari pasangan yang hanya memberikan tubuh tapi bukan hatinya?

Pasanganmu seumpama pakaian bagimu, demikian Allah SWT berfirman,
Siapa yang mau memakai pakaian kotor? itu sebabnya kita harus jaga pakaian kita supaya jangan ternoda, tetap rapi dan wangi agar ketika dipakai menyenangkan hati dan membuat kita tampak cantik dan menarik. Sebab itu perkawinan mengajarkankita bagaimana menghargai milik sendiri.

Perkawinan mengajarkan kita untuk ikhlas.
Seorang teman bilang, hati yang ikhlas entropinya nol (entropi menurut ilmu fisika adalah derajat ketidakteraturan sistem, semakin besar entropi makin tidak teratur suatu sistem).
Menurut Hukum Thermodinamika II, semua di alam bergerak menuju kekacauan, artinya entropi akan cenderung bergerak semakin besar. Suatu saat entropi akan maksimal, maka hancurlah seluruh alam, begitu kira-kira ekstrimnya.
Hanya temperatur yang rendah dan reversibilitas reaksilah yang bisa mengaturnya agar entropi minimal.

Itu artinya hati yang ikhlas hanya bisa dicapai dengan menurunkan suhu emosi, suhu nafsu, suhu ego, dan suhu keinginan untuk menguasai sesuatu.
Hati yang ikhlas juga bisa diraih dengan mengatur keseimbangan antara duniawi-ukhrawi, jasmani-rohani, Hablumminallah-Hablumminannash, hak -kewajiban.
Caranya? tengoklah pasangan kita lalu tengoklah diri kita, kita tak cukup sempurna satu sama lain.

Lalu bagaimana melengkapi sempurnaan kita? Belajar menerima segala kekurangannya sebagaimana dia juga menerima diri kita apa adanya. Tutupi kekurangannya dengan kelebihan kita seperti halnya dia melakukan hal yang sama untuk kita.

Berpegangan tanganlah untuk mengatur keseimbangan.
Kalau hukum alam mengajarkan demikian, mengapa kita manusia yang merupakan bagian dari alam tidak berusaha untuk bersama-sama mengikutinya sebagaimana air mengalir?

Last but not least, perkawinan mengajarkan kita jujur pada diri sendiri…
Sebagaimana atom pada saat hendak berikatan saling jujur menceritakan kekurangan diri masing-masing. Oksigen yang mudah terbakar demikian pula Hidrogen yang sangat reaktif tidak pernah menyembunyikan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Pada akhirnya mereka bersenyawa menghasilkan sesuatu yang lebih dasyhat dari sifat mereka semula.

Bukankah indah hubungan semacam ini? Kalau sejak awal kita tanamkan komitmen bahwa inilah aku dengan segala kekurangan dan kelebihanku, lalu berdua bersama-sama mencari formula untuk membuat segala kekurangan berdua menjadi kedasyhatan bersama?

Ternyata menikah itu tidak enak, melainkan enak sekali…nggak percaya? Coba aja…!!4437_1156984933197_1484961165_30412158_4713343_n

Kilas Balik Final Dekan Cup 96

Artikel ini diposting setelah melihat semangat Ridayatullah yang begitu berapi-api mengenang kejayaan CFC (Chemistry Football Club) dalam kejuaraan intern FKIP Unlam.
***
Pada Dekan Cup I tahun 1995, tim CFC yang kala itu dimotori oleh Husain dan kawan-kawan merupakan tim lemah yang menjadi bulan-bulanan tim lawan. Mengapa demikian? Yah, dari tiga pertandingan penyisihan di babak awal, tim CFC selalu menelan kekalahan yang pahit. Yang memalukan lagi pada pertandingan terakhir di babak penyisihan ternyata tim CFC harus kalah WO, karena tidak lengkapnya pemain. Sungguh pengalaman yang tidak enak untuk dikenang.
Pada tahun berikutnya, ketika Sema FKIP Unlam kembali mengadakan even Dekan Cup 96, dicobalah menstrukturisasi organisasi CFC dengan tujuan untuk mengangkat prestasi mahasiswa kimia di tataran fakultas. Dengan berbagai pertimbangan dan kerjasama, maka terbentuklah tim CFC dengan wajah-wajah baru dan segar. Rata-rata kala itu, skuad CFC dipenuhi oleh kawan-kawan Angkatan 91, ditambah sebagian Angkatan 92, 93, 94, 95 dan Angkatan 96.
Skuad tim CFC diisi oleh : Husain, Fathurrahman, Sholihin, Gt. Nuardi, Fajeri Tamzidillah, Salahudin, M. Isnaini, Rizain, Kastalani, Ridayatullah, dan beberapa kawan yang lain (maaf bagi yang tak tertulis bukan berarti tidak termasuk skuad, ini hanya karena keterbatasan ingatan, jadi mohon maaf kepada kawan-kawan yang lain). Masih dimotori oleh Husain dengan manajer tim adalah Fajeri (biasa dipanggil dengan H. Leman), ternyata tim CFC menjadi kuda hitam, yang begitu beringas melibas setiap lawan.
Di babak penyisihan tim CFC dengan mudah memenangi seluruh pertandingan sehingga otomatis tim CFC menjadi Juara Grup, yang selanjutnya masuk babak semifinal. Di babak semifinal pun tim dapat sukses mengalahkan lawan, sehingga partai final menuju podium juara terbuka lebar pada Dekan Cup 96 tersebut.
Pada pertandingan final, ternyata tim CFC haruis berhadapan dengan tim Sejarah yang dipenuhi pemain-pemain dengan skill bagus dan merata. Secara teoritis tim CFC berada di bawah Sejarah, karena pemain-pemain CFC tidak seluruhnya memiliki skill yang bagus. Namun tim CFC memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah. Isnaini yang kala itu sebagai penyerang (striker) sering menjaga semangat tim dengan mengatakan bahwa “ sebelum 2 x 45 menit selesai, kita belum kalah” katanya. Dan demikian apa yang terjadi pada final antara CFC vs Sejarah?
Dalam waktu singkat pada babak pertama, sejarah dapat membobol gawang CFC yang dijaga oleh Fajeri Tamzidillah sebanyak 2 kali. 2 – 0 untuk PS Sejarah. Semua fans CFC yang tidak lain adalah mahasiswa kimia hanya terdiam melihat kekalahan ini. Semuanya berpikir, mungkin yang terbaik adalah Juara II untuk CFC. Demikian pula sebagian pemain CFC sudah mulai lesu menghadapi kenyataan pahit ini. Dan akhirnya peluit tanda babak pertama selesai pun berbunyi.
Setelah 15 menit istirahat, pertandingan babak kedua pun dimulai. Tidak ada perubahan permainan, tim PS Sejarah masih mendominasi pertandingan, hampir seluruh pemain PS Sejarah berada di wilayah tim CFC. Mereka betul-betul berpesta dan seakan-akan mengatakan bahwa “kamilah sang juara, CFC sudah kalah”. Tapi mereka lupa bahwa, diantara pemain CFC yang sudah “menerima” kekalahan ada beberapa pemain yang memiliki semangat pantang menyerah.
Pada suatu kesempatan, ketika hampir seluruh pemain PS Sejarah menyerang ke wilayah tim CFC, sebuah operan panjang diarahkan kepada Isnani yang telah berdiri bebas di garis tengah lapangan. Ya, sebuah serangan balik. Karena pemain Sejarah menganggap itu hanyalah lelucon belaka, mereka tidak mengejar Isnaini yang tengah membawa bola menuju gawang tim mereka. Hanya dua pemain yang perlu dihadapi Isnaini yaitu satu orang pemain belakang (back) dan satu kiper. Dengan skill yang dimiliki Isnaini mengelabui pemain belakang (kalau tidak salah Juhri: maaf kalau salah), dan ternyata berhasil. Tinggal menghadapi kiper, Isnaini kemudian melepaskan tendangan dengan sedikit polesan tipuan, dan ……GOOOOOOOOL
Seluruh pemain tim CFC tersentak dengan gol balasan dari Isnaini tersebut. Bagaimana tidak ? Selama ini mereka sangat sulit menembus pertahanan tim Sejarah, dan sekarang Isnaini telah membalasnya dengan sebuah gol. Tanpa dikomando, tim CFC kembali bersemangat untuk menembus pertahanan Sejarah. Dan nampaknya tim Sejarah masih menganggap remeh CFC, mereka tidak mengubah strategi permainan. Isnaini pun sebagai penyerang pun tidak dikawal dengan ketat. Nampaknya mereka berusaha untuk memperlambat tempo permainan dengan harapan peluit panjang tanda pertandingan usai ditiupkan.
Dan kesalahan ini menjadi fatal. Dengan skenario yang hampir sama, Isnaini kembali mendapat bola untuk melakukan serangan balik. Kembali dua pemain belakang tim Sejarah tertipu oleh gerakan Isnaini membawa bola, dan di akhir perjuangannya satu gol lagi dia dapatkan. GOOOOOOL ….
Skor 2 – 2, menyebabkan tim Sejarah harus bekerja keras untuk memenangkan partai ini. Namun waktu telah membatasi semuanya. Akhirnya peluit panjang menyatakan bahwa pertandingan final Dekan Cup 96 telah selesai. Namun tim mana yang menjadi juara? Peraturan menyatakan bahwa harus dilakukan adu pinalti sebanyak masing-masing 5 pemain. Babak adu pinalti betul-betul menjadi ajang balas gol bagi kedua tim. Setiap pemain dapat dengan sukses membobol gawang lawan. Sampai pada akhirnya masing-masing kiper beradu tendangan. Ketika kiper tim Sejarah mencoba menendang bola pinalti, ternyata tendangannya jauh kesamping alias keluar. Semua tim CFC dan fans kimia bersorak berharap Fajeri Tamzidillah dengan mudah dapat menggetarkan jala gawang tim Sejarah. Namun apa yang terjadi? Mungkin beban mental yang dirasakan, tendangan Fajeri pun melenceng keluar gawang. Alhasil skor tidak berubah 4 – 4.
Sesaat kemudian, hari mulai gelap dan azan maghrib berkumandang. Panitia dan pemain kedua tim memutuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan. Panitia yang didampingi PD III yaitu Bapak Waham Sutahir menyarankan agar dilakukan pengundian dengan melempar koin. Perundingan sempat alot, karena Isnaini yang saat itu menjadi man of the macth merasa sangat dirugikan dengan pengundian. “Lebih baik tidak usah main, kalau hanya di undi”, katanya. Setelah melalui berbagai pertimbangan, maka disepakati bahwa juara Dekan Cup 96 adalah kedua tim dengan sebuatan Juara Bersama. Sehingga piala Juara I dimiliki secara bersama-sama dan hadiah dibagi sama untuk kedua tim.
***
Demikian sepenggal kisah sukses tim CFC.

Banner Blog Benzena

iconbenzena
Bagi kawan-kawan atau siapa pun yang ingin menempatkan banner ini pada blognya dipersilakan tanpa syarat. Ketentuannya : tidak ada kompensasi yang diberikan jika anda memasang banner ini. Namun bagi Alumni Kimia diWAJIBKAN memasang pada blognya.

Kode HTML banner ini :
<a href="https://benzena.wordpress.com/"><img width="150" alt="Benzena" src="http://tugasilham.googlepages.com/IconBenzena.jpg"></a&gt;

Cara memasang sangat mudah, bagi kawan yang main di blogspot berikut :
1. Login ke blogspot, lalu klik layout (tata letak)
2. Pada Page Element klik Add Gadget, pilih HTML
3. Kopi kode HTML diatas dan tempelkan pada kotak isian HTML, lalu simpan

Kalau di wordpress :
1. Login ke wordpress, klik dashboard
2. Pada Appearance pilih widget, kemudian pilih text
3. Kopi kode HTML dan pastekan di kotak isisan, lalu simpan

Maaf, kode HTML dalam perbaikan, ya sudah siiiip.

Kabar Duka

Telah meninggal dunia orang tua dari Asy’ari pada hari Senin, 23 Maret sekitar jam 19.00 WITA. Rumah duka di Jl. Cengkeh, Guntung Payung, Banjarbaru.
Semoga segala amaliah beliau diterima Allah SWT, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Amin
Kami seluruh alumni Kimia FKIP Unlam turut berduka cita.

Eforia Kemenangan CFC

Oleh : Ridayatullah

ingat kisah dulu pas HIMKI lagi berkibar di dunia olahraga seperti bola voli dan sepak bola.. dimana tidak ada satupun piala dan gelar yang dilewatkan oleh punggawa-punggawa HIMKI yang dimotori oleh sang manager bertangan dingin H. Leman…. melalui tangan dingin itulah dia menunjuk kapten CFC (cemistry Football Club) sekaligus kapten CVC (chemistry Volly Ball Club) Isnaini mArchello untuk memimpin teman-teman dilapangan… walhasil dari tahun 1996 sampai tahun 2000 banyak piala yang diperoleh dan menjadi kebanggaan masyarakat HIMKI.
adapun para punggawa tersebut antara lain….
1. Isnainani Marchello (C)
2. gais de Mello
3. Rizainsky
4. Andreas Ridha’elle
5. micheal Kastelani
6. irfan ramdhan
7. adjid tamjidillah
8. irawan (98)
9. amang sukran
10. bang oyi
11. agus ancau
12. ikhsan ku sayaaaang
13. bondan prakoso winarno sundaneeeeee
14. tejo sumpe’g’no temannye surtiiiiiiiiiiiiiiiiii
15. oM fajeri alab10 (donator + + + + + + + )
16. eh masih banyak lagi yang lainnya…… tolong ditambah aja yaaaa…..
dan tak lupa ucapan terima kasih untuk para donator dan teman-teman yang telah memberikan sumbangan berupa pikiran dan perbuatan yang ditujukan untuk kemajuan HIMKI…. bravo….mudahan di lain kesempatan kita bisa bersua untuk melepas kangen dan rindu……..buat HIMKI SUkses selalu dari waktu ke waktu….. salam hangat dan penuh persahabatan untuk teman-teman Q yang jauh dimaTA namum Insyaallah akan selalu terkenang……dari temanmu nag jauh diperantauan…… ridayatullah (96)….

Tips dari Senior

Artikel ini diambil dari dua posting di Blog Simpang Mahar, namun karena isinya hampir berkaitan jadi diposting jadi satu di blog ini.
* * *
Ketika pada kesempatan berkunjung ke salah satu teman sejawat di SMAN 1 Banjarbaru, tanpa disangka malah bertemu dengan salah satu senior Guru Kimia yang telah purna bakti, yang akrab dipanggil Bu Wid. Dalam perbincangan singkat tersebut, masih sempat beliau menurunkan “ilmu”. Beliau menuturkan “gunakanlah benda-benda yang ada di kehidupan sehari-hari untuk menerangkan terjadinya proses kimia”.
“Misalnya untuk reaksi eksoterm dan endoterm”, kata beliau, “Saya biasanya menggunakan produk larutan penyegar “AS” yang dilarutkan ke dalam air, lalu saya suruh siswa memegang gelas yang berisi larutan tersebut”, imbuh beliau.
“Kalau untuk laju reaksi, biasanya saya menggunakan produk vitamin C “XYZ”. Satu tablet ditumbuk sedangkan satu tablet dalam bentuk kepingan, dilarutkan dalam air maka dapat dihitung kecepatan pelarutan masing-masing”, kata beliau.
Dan diskusi singkat tentang topik tersebut berakhir, karena beliau mengatakan ingin pulang dan beristirahat. Dengan dipapah beliau berjalan keluar dari ruangan (… kira-kira sejak tiga tahun yang lalu, beliau terserang stroke…)
Terima kasih Bu Wid… telah memberikan tauladan yang baik bagi juniormu. Selamat menikmati hari-harimu …Mudahan Ibu selalu diberi keselamatan dan kesehatan… dan keikhlasan Ibu mengajar berbuah emas untuk masa depan siswa-siswa …
Untuk SMAN 1 Banjarbaru, selamat HUT yang ke-46, tambah jaya dan prestasi selalu …
Dari pertemuan singkat dengan Bu Wid, kira-kira prosedur pengamatan untuk “Reaksi Eksoterm dan Endoterm” adalah sebagai berkut :
1. Siapkan dua buah gelas berisi dengan air (aquades)
2. Siswa mengukur suhu larutan kedua gelas (bisa dengan meraba gelas atau kalau ada termometer lebih bagus lagi …)
3. Larutkan produk bubuk larutan penyegar sebanyak 1 bungkus ke gelas pertama, kemudian diukur suhunya (dengan di raba atau dengan termometer …)
4. Sedangkan untuk gelas kedua, larutkan bubuk kapur, juga diukur suhunya
5. Catat hasil pengukuran
Sedangkan untuk “Laju Reaksi” adalah sebagai berikut a;
1. Siapkan dua buah gelas berisi air (aquades)
2. Siapkan dua tablet produk vitamin C “XYZ”, yang salah satunya ditumbuk (dihaluskan) menjadi bubuk, dan juga stopwatch (atau jam tangan).
3. Pada gelas pertama, larutkan satu tablet, ukur waktu pelarutan mulai dari tablet dimasukkan sampai habisnya gelembung pada saat pelarutan.
4. Pada gelas kedua, larutkan bubuk vitamin C tersebut, dan ukur waktu pelarutan.
5. Catat hasil pengamatan
Namun Bu Wid sempat berkata,“Mungkin cara saya salah bagi teman-teman yang lain, namun itulah yang biasanya saya lakukan”.
* * *
Pada materi Persamaan Reaksi, yang agak sulit adalah menyampaikan konsep penyetaraan reaksi. Karena kalau menggunakan metode “lihat kiri-lihat kanan” beberapa siswa terlihat bingung dan kurang cepat memahami. Kadang-kadang perlu beberapa latihan soal, baru siswa dapat terlatih dengan metode “kiri-kanan” tersebut. Sebenarnya dapat juga menggunakan metode aljabar, dengan mengganti koefisien reaksi dengan variabel. Namun untuk persamaan reaksi sederhana, dirasa metode ini membuang-buang energi dan bagi siswa akan terasa lebih rumit ( … apalagi bagi anak yang sudah anti dengan matematika…)
Tips ini diberikan oleh Pak Tumiran (sekarang Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Banjarmasin) yang disampaikan pada saat micro-teaching Pelatihan Guru Mata Pelajaran Kimia. Beliau memberik nama dengam Metode Penyetaraan Reaksi dengan LHO, maksudnya adalah penyetaraan seLain H dan O.
Sebenarnya metode ini hanya menjabarkan langkah-langkah metode “ lihat kiri-lihat kanan”, namun karena ada langkah-langkah priorotas maka terlihat lebih terarah.
Metode ini digunakan pada persamaan reaksi yang mengandung unsur H dan O. Prinsipnya, kata beliau, adalah prioritas setarakan dulu atom selain H dan O, baru kemudian setarakan atom H, dan yang terakhir baru setarakan atom O.
Agar lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh sederhana berikut :
C2H4 + O2 –> CO2 + H2O
Langkah 1 : setarakan seLain atom H dan O, yaitu atom C
C2H4 + O2 –> 2 CO2 + H2O
Langkah 2 : setarakan atom H
C2H4 + O2 –> 2 CO2 + 2 H2O
Langkah 3 : setarakan atom O
C2H4 + 3 O2 –> 2 CO2 + H2O
Selesai …
Untuk persamaan yang lebih rumit, kawan-kawan dapat berimprovisasi masing-masing …

Atau bisa gunakan situs online untuk penyetaraan reaksi, bisa kunjungi di ….sini atau di sini

Artikel ini seluruhnya diambil dari Blog Simpang Mahar